Musik dan lagu daerah Sumatera Barat (Tugas Ilmu Budaya Dasar)

 TULISAN ILMIAH

MUSIK DAN LAGU DAERAH SUMATERA BARAT 



Di susun oleh:
Zalfa Pauninda Luqyana 





FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2021





Kata Pengantar


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas tulisan ilmiah yang berjudul Musik dan Lagu Daerah Budaya Lokal.

Adapun tujuan dari penulisan dari tulisan ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas ini pada Bidang Ilmu Sosial Dasar. Selain itu, tulisan ilmiah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Musik dan Lagu Daerah Budaya Lokal bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ely Sapto Utomo Dr. S.E M.M, selaku dosen Ilmu Budaya Dasar yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.

Saya menyadari, tulisan ilmiah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan tulisan ilmiah ini.



27, Desember 2021


Penulis,

Zalfa Pauninda Luqyana





BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang 

Musik tradisional adalah musik atau seni suara yang terdapat diberbagai daerah Indonesia yang lahir dan berkembang dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Musik tradisional biasanya menggunakan bahasa, gaya, dan tradisi khas daerah asalnya. Indonesia memiliki banyak seni tradisi sesuai dengan daerah atau wilayah asalnya. Seni musik adalah bagian dari seni tradisi tersebut, yang perkembangannya perlahan-lahan mulai surut.

 Seni musik ini disebut juga musik daerah atau musik tradisional atau musik nusantara. Musik daerah memiliki ciri khas yang terletak pada isi lagu, yakni secara karakteristik ada pada syair dan melodi yang menggunakan bahasa dan gaya daerah setempat. Keunikan juga terdapat pada alat musik (instrumen musik) baik dari bentuk ataupun organologinya, teknik permainan serta bentuk penyajiannya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan. Seni tradisi berfungsi sebagai identitas, jati diri, serta media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.




BAB II

PEMBAHASAN



A. Musik dan Lagu daerah Sumatera Barat

Musik tradisional setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, salah satunya contoh dari sumatera barat adalah Doli Doli, Garantung, Sarune, Hapetan dan Gordang. 

Dan Ada beberapa lagu daerah dari Sumatera Barat contohnya adalah Kampuang Nan Jauah di Mato, Gelang Sipaku Gelang, Ayam Den Lapeh, Dindin Badindin, Kembanglah Bungo.





1). DOLI - DOLI

Doli-doli berasal dari Nias, Sumatera Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu yang disusun sejajar dan berjejeran. Doli-doli dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua alat pemukul yang juga terbuat dari kayu. Doli-doli biasa dimainkan bersama alat musik lain, seperti kendang, yang mengiringi. Doli-doli dipukul, kendang ditabuh, maka musik pun tercipta. Permainan musik ini sering digunakan untuk mengiringi nyanyian atau tarian Nias yang indah.









2). GARANTUNG



Garantung (dibaca garattung) adalah salah satu alat musik Batak Toba, Sumatera Utara yang merupakan pembawa melodi yang terbuat dari kayu dan memiliki lima bilah nada.

Klasifikasi instrument ini termasuk ke dalam kelompok xylophone.

Selain berperan sebagai pembawa melodi, juga berperan sebagai pembawa ritem variable pada lagu-lagu tertentu, dimainkan dengan cara mamalu (memukul 5 bilah nada).

Garantung terdiri dari 7 wilahan yang digantungkan di atas sebuah kotak yang sekaligus sebagai resonatornya. Alat musik ini dimainkan dengan menggunakan dua buah stik untuk tangan kiri dan tangankanan. Sementara tangan kiri berfungsi juga sebagai pembawa melodi dan pembawa ritme, yaitu tangan kiri memukul bagian tangkai garantung dan wilahan sekaligus dalam memainkan sebuah lagu.




3). SARUNE



Sarune adalah salah satu alat musik (tiup) Batak Toba, dan masih satu bangsa dengan Serunai. Terdapat dua jenis sarune yakni Sarune etek (shawn) dan Sarune bolon (shawm). Sarune etek (shawn) adalah instrumen pembawa melodi yang memiliki reed tunggal (single reed) sedangkan Sarune bolon (shawm) adalah instrumen pembawa melodi yang memiliki reed ganda (double reed).
Klasifikasi Sarune termasuk dalam kelompok aerophone yang memiliki lima lobang nada (empat di bagian atas, satu di bagian bawah), yang dimainkan dengan cara mangombus marsiulak hosa (circular breathing).

Alat musik ini terbuat dari logam ataupun kayu. Sarune Bolon memiliki enam lubang nada dan berperan sebagai pembawa melodi. Alat ini termasuk bagian dari perangkat gondang sabangunan dari Batak Toba yang digabungkan dengan instrumen Taganing (perangkat gendang), gondang (gendang berukuran besar), ogung (gong), hesek (simbal), dan adap (gendang kecil). Sedangkan pada masyarakat Simalungun, sarune bolon merupakan bagian dari perangkat gindrang saparangguan. Sarune bolon dimainkan bersama gondrang sipitu-pitu, gondrang sidua-dua, ogung, mongmongan,dan sitalasayak saat upacara adat. 




4). HAPETAN




Hapetan adalah alat musik sejenis kecapi yang berasal dari daerah Tapanuli, berdawai dan dimainkan dengan sebuah bilah petik. Hapetan merupakan alat musik yang di petik sejenis gitar tradisional berdawai dua dari daerah tapanuli. Hapetan juga disebut hasapi atau kucapi, dimainkan dengan alat pemetik, instrumen ini digunakan untuk kesenian daerah setempat. Di Sumbawa disebut jungga, di sulawesi selatan kancilo, kacaping. Jenis serupa ditemukan di Kalimantan Selatan da derah Tanah Karo ( Simelungan ).


5). GORDANG




Gordang Sambilan adalah alat musik pukul (membranophone) yang berasal dari masyarakat Batak-Mandailing. Sambilan secara harfiah berarti sembilan buah gendang, Sembilan buah gendang yang terkait dengan instrumen musik lainnya, pengertian Gordang Sambilan merupakan penjelasan yang mencakup keseluruhan ensambel Gordang Sambilan termasuk gong, simbal, dan alat musik tiup masyarakat Mandailing.


Ada beberapa lagu daerah dari Sumatera Barat :


1. Kampuang Nan Jauah di Mato


Lagu daerah asal Sumatera Barat yang satu ini sangat akrab ditelinga kita ketika tahun 1990 an. Lagu ini dinyanyikan dengan sangat nyaring oleh Chikita Meidy seorang penyanyi anak-anak yang sangat sukses di eranya. Hampir setiap hari kita bisa mendengarkan nyanyian ini dilingkungan sekitar kita meski bukan berasal dari suku minang. Lagu ini bercerita tentang kerinduan seorang kepada kampung halamannya ketika dia merantau.


Berikut adalah potongan lirik lagunya :

Kampuang nan jauh di mato

Gunuang sansai bakuliliang

Den takana jo kawan-kawan den lamo

Sangkek basuliang-suliang

Panduduaknyo nan elok

Nan suko bagotong-royong

Kok Susah samo samo diraso

Den takana.. jo kampuang




2. Gelang Sipaku Gelang


Gelang Sipaku Gelang adalah lagu yang sangat populer dikalangan anak -anak sejak zaman dulu hingga sekarang. Biasanya lagu ini dinyanyikan ketika akan pulang dari taman kanak-kanak.

Berikut adalah potongan lagu Gelang Sipaku Gelang :

Gelang sipaku gelang

Gelang sipaku gelang

Gelang si rama rama

Mari pulang

Marilah pulang

Marilah pulang

Bersama-sama


3. Ayam Den Lapeh (Ayamku Lepas)




Lagu asal Sumatera Barat ini dulunya pernah dinyanyikan oleh penyanyi legendaris Elly Kasim. Lagu ini bercerita tentang hewan peliharaan yaitu ayam yang mana pada zaman dahulu ayam ini merupakan beliharaan yang sangat berharga.


Berikut adalah potongan lirik lagu Ayam Den Lapeh :

Luruihlah jalan Payakumbuah

Lurus jalan menuju Payakumbuh

Babelok jalan Kayu Jati

Berbelok jalan Kayu Jati

Dima hati indak kan rusuah

Bagaimana hari tidak rusuh

Ayam den lapeh, ohoi … ayam den lapeh

Ayamku Lepas, ohoi … Ayamku Lepas


4. Dindin Badindin



Lagu ini juga biasanaya diapakai untuk mengiringi tarian Indang. Dulunya lagu ini dijadikan sebagai sarana dakwah agama Islam. Biasanya lagu ini dimainkan ketika pemuda dan pemudi pulang dari surau. Saat ini lagu ini sudah mengalami penggubahan dari lirik awalnya.


Berikut ini adalah lirik lagu Dindin Badindin:

Balari-lari.. bukannyo kini carai..

Pandang tajauah di muaro..

Kami manari basamo-samo..

Paubek hati sanak sadonyo..

Ikolah indang Sungai Garinggiang

Kami tarikan basamo-samo

Sambuiklah salam oi sambak mairiang

Pado nan sanak ai nan tibo


5. Kembanglah Bungo


Lagu ini bercerita tentang keindahan alam minangkabaudan kearifan lokal yang ada disana. Tanah minang memang dikenal dengan keindahan alamnya. Jika diumpamakan maka keindahan alam Minang kabau ibarat bunga yang baru mekar.


Berikut adalah Lirik potongan lirik lagu Kambanglah Bungo :

Kambanglah bungo parawitan

Simambang riang ditarikan

Di desa dusun Ranah Minang 2x

Kambanglah bungo parawitan

Bungo idaman gadih-gadih pingitan

Dipasuntiang siang malam

Bungo kanangan gadih nan jombang



Kesimpulan: 

Setiap masing - masing daerah mempunyai ciri khas alat musik dan lagu nya masing - masing. Dengan bentuk suara dan lirik nya mempunya makna tersendiri. Maka dari itu kita harus melestarikan budaya daerah yang ada di indonesia ini.



Daftar Pustaka:

https://www.mantabz.com/lagu-daerah-sumatera-barat/

https://tambahpinter.com/alat-musik-sumatera-utara-batak/

https://semuatentangprovinsi.blogspot.com/2016/09/alat-musik-tradisional-provinsi-sumatera-utara.html


Komentar